Suka banyak orang yang galau gara-gara pengen ngomik tapi nggak bisa gambar. Pendapat ini bertahan selama bertahun-tahun sampai-sampai kalau berasa udah jago gambar dan bisa bikin cerita keren terus lulus jadi komikus. Atau sebaliknya, yang ga jago gambar dan ga punya cerita keren terus gagal jadi komikus. Ngga se-simple itu. Ngomik itu ada tiga poin yang harus dipenuhi: 1. Cerita, 2. Gambar, dan 3. Penceritaan (storytelling).
Apa itu storytelling?
Sederhananya, storytelling adalah teknik atau kemampuan untuk menceritakan sebuah kisah melalui permainan gambar dalam komik.
Kenapa storytelling penting?
Sering liat kan ada komik yang gambarnya bagus, tapi kita ngga ngerti isi ceritanya? Atau, ada komik yang ceritanya keren, tapi menggambarkannya asal-asalan karena nggak tahu soal pacing, panelling, dan permainan angle. Storytelling adalah langkah untuk meramu cerita supaya menarik untuk diceritakan, sehingga ketika proses menggambarkannya ke dalam lembar komik dapat lebih proporsional.
Berikut ini ada beberapa tips buat bisa jago storytelling.
1. Kalau kita punya cerita, pastikan kita paham betul alur ceritanya dengan baik. Sederhananya, kita tahu seperti apa awalnya, bagaimana pengembangan alurnya, dan terakhir kita tahu cara mengakhirinya.
2. Sesudah kita pahami isi cerita, coba putar-putar terus ceritanya di kepala, sampai kita tahu, bagian mana yang seharusnya paling banyak kita ceritakan, bagian mana yang seharusnya tidak perlu kita sampaikan, dll.
3. Ketika kita memahami porsi cerita, kita jadi bisa membayangkan adegan-adegan di dalam cerita itu, jadi terbayang seperti apa penempatan visualnya di dalam panel komik. Misalnya, ketika tokoh cowok nembak teman ceweknya di tengah rinai gerimis di malam sabtu itu, kita terbayang menempatkannya pada panel panjang dengan angle 'bird view' (sudut pandang atas) dan long shot (pengambilan gambar jarak jauh), menampakkan kedua sejoli itu tengah berhadapan di bawah temaram lampu jalan.
4. Terakhir, barulah kita menggambarkannya ke dalam lembar komik.
Komikus adalah orang yang paling jago untuk berpikir secara visual. So, kalau mau jago ngomik, jangan cuma kerjakeras latihan menggambar, tapi juga sering-seringlah berimajinasi, membayangkan adegan-adegan di dalam sebuah cerita, termasuk cerita pengalaman hidup kita sendiri untuk bisa dijadikan bahan ngomik.
"Comic is NOT about good artworking. Comic is about GOOD storytelling" -ComicSense
Peralatan Ngomik
Saya membuat komik Grey & Jingga yang Grey & Jingga yang diunggah di Facebook setiap senin dan kamis hanya bermodalkan kertas A5 dan spidol hitam. Sisanya ada di dalam kepala.Selama cerita kita menarik, sesederhana apapun eksekusinya, pasti bisa mencuri perhatian publik. Karena saya artist komik manual, saya sering memakai Drawing Pen. Kalau diperlukan, saya ngomik secara digital di software Photoshop. Intinya, eksekusi komik bisa dicapai dengan alat apapun, yang paling nyaman buat kita berkarya. Selamat Mencoba!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar